Jum. Jun 12th, 2026

Pendataan Serentak Dimulai, Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Kondisi Barsel

Buntok – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Selatan menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Taman Iring Witu, Buntok, Kamis 11Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya pelaksanaan pendataan lapangan yang akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.

Apel siaga tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, petugas sensus, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para petugas yang akan turun langsung ke lapangan.

Usai kegiatan apel, sejumlah awak media mewawancarai Kepala BPS Kabupaten Barito Selatan, Budi Wibowo, S.ST., M.Si., terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kabupaten Barito Selatan.

Dalam keterangannya, Budi Wibowo menjelaskan bahwa pelaksanaan pendataan lapangan akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama kurang lebih dua setengah bulan tersebut, petugas akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap rumah tangga dan kegiatan usaha masyarakat.

Menurutnya, BPS Kabupaten Barito Selatan telah menyiapkan sebanyak 123 petugas sensus yang akan bertugas di seluruh kecamatan dan desa yang ada di wilayah Kabupaten Barito Selatan. Para petugas tersebut telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Kami melepas sebanyak 123 petugas yang akan bertugas mulai dari tingkat kecamatan hingga seluruh desa di Kabupaten Barito Selatan. Mereka akan melaksanakan pendataan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Budi Wibowo.

Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga mencakup kondisi sosial ekonomi keluarga. Oleh karena itu, cakupan pendataan kali ini lebih luas dan menyasar seluruh rumah tangga yang ada di Kabupaten Barito Selatan.

Budi menambahkan bahwa data yang dikumpulkan nantinya meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Untuk kondisi keluarga, petugas akan menanyakan data mengenai kepala keluarga, tingkat pendidikan, pendapatan bulanan, kondisi perumahan, serta berbagai informasi sosial ekonomi lainnya.

Sementara itu, untuk kegiatan usaha, petugas akan menggali informasi terkait jenis usaha yang dijalankan, omzet usaha selama satu tahun, pengeluaran usaha selama satu tahun, jumlah tenaga kerja, serta berbagai informasi ekonomi lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan statistik nasional.

“Jadi ada dua cakupan utama dalam sensus ini, yaitu pendataan kondisi sosial ekonomi keluarga dan pendataan kegiatan usaha yang dijalankan oleh rumah tangga. Seluruh data tersebut sangat penting untuk menghasilkan gambaran ekonomi daerah yang akurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Barito Selatan agar memberikan dukungan kepada para petugas sensus dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap saat proses pendataan berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ini, BPS berharap dapat memperoleh data yang akurat, terpercaya, dan terkini mengenai kondisi ekonomi serta sosial masyarakat Kabupaten Barito Selatan. Data tersebut diharapkan mampu menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. (Dmt).

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *