Sab. Jul 25th, 2026

Dugaan Mutu Aspal Rendah, BPJN Kalteng Diminta Periksa Proyek Jalan Kalahien–Buntok–Ampah

BUNTOK – Paket pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Kalahien–Buntok–Ampah senilai Rp40.792.259.000 yang dikerjakan PT PJK menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan pada Jumat (24/7), ditemukan sejumlah kondisi permukaan aspal yang dinilai tidak rata, bertekstur kasar, dan tampak kurang seragam. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian terhadap mutu pekerjaan, namun masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Dari hasil pengamatan visual di sejumlah titik, permukaan aspal terlihat bergelombang pada beberapa bagian, bertekstur kasar, serta terdapat indikasi belum padat secara merata. Kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan karena penyebabnya hanya dapat dipastikan melalui pengujian laboratorium dan pemeriksaan teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara teknis, temperatur campuran aspal merupakan salah satu faktor penting dalam pekerjaan perkerasan jalan. Apabila campuran dihampar pada temperatur yang tidak sesuai spesifikasi, proses pemadatan berpotensi tidak berlangsung optimal. Dampaknya dapat berupa kepadatan lapisan yang tidak memenuhi standar, menurunnya daya lekat antar material, hingga berkurangnya umur layanan konstruksi. Namun, apakah kondisi tersebut terjadi pada proyek ini masih harus dibuktikan melalui pengujian teknis.

Selain itu, dari pengamatan visual juga terdapat dugaan proses pemadatan di beberapa titik belum optimal. Indikasi tersebut terlihat dari permukaan yang tampak berpori, bergelombang, dan tidak seragam. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan terhadap tingkat kepadatan, ketebalan lapisan, kadar aspal, maupun parameter teknis lainnya.

Dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp40,79 miliar, pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan tersebut diharapkan memenuhi seluruh spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Paket pekerjaan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas Kalahien, Buntok, dan Ampah sehingga kualitas pekerjaan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian.

Sejumlah pihak menilai temuan di lapangan perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. Langkah tersebut dinilai penting agar dapat dipastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi kontrak atau terdapat kekurangan yang perlu segera diperbaiki sebelum berdampak pada umur layanan jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, PT PJK, konsultan pengawas, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut, meskipun media ini telah berupaya meminta konfirmasi sebagai bagian dari penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan.

BPJN Kalimantan Tengah bersama aparat pengawas internal dinilai perlu melakukan inspeksi menyeluruh terhadap paket pekerjaan tersebut. Pemeriksaan dapat meliputi pengujian laboratorium terhadap mutu campuran aspal, ketebalan lapisan, tingkat kepadatan, kadar aspal, serta verifikasi volume pekerjaan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.

Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada PT PJK, konsultan pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen, maupun pihak terkait lainnya apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas pemberitaan ini. (red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *