Buntok – Tim Penilai Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Award 2026 melakukan kunjungan visitasi dan penilaian langsung terhadap Polres Barito Selatan (Barsel), Selasa (11/8/2026).
Turut hadir di acara tersebut, Kapolres Barsel. AKBP.Jecsos R. Hutapea S.I.K. Dandim 1012 Buntok,Letkol.infMuhammad Edi,S.ip.Bupati Barsel H. Eddy Raya Samsuri,ketua tim PT PKK Barsel, hj Permana Sari,S.SI,MM.MBA. Wabun Barsel, Khristianto yudha.ST.MT.,Kepala Kajari Barsel, Zulham Pardamean, S.H., M.H., dan para tamu undangan lainnya.
Ketua Tim Penilai Kompolnas Award 2026, Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., mengatakan, visitasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian Kompolnas Award 2026 untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap data serta program yang telah diusulkan.
“Jadi kami dari Kompolnas pada hari ini melakukan kunjungan visitasi penilaian langsung untuk Kompolnas Award tahun 2026,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, Kompolnas Award memiliki sejumlah kategori penilaian, mulai dari satuan kerja di tingkat Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek. Selain kategori satuan kerja, terdapat pula kategori perorangan.
Untuk kategori perorangan, Polres Barito Selatan mengusulkan dua personel yang berdasarkan hasil penilaian tahap pertama berhasil masuk dalam lima besar nominator tingkat nasional.
Menurut Yusuf, penilaian kategori perorangan mengacu pada lima indikator utama yang berkaitan dengan peran kepolisian dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Lima indikator tersebut meliputi People, yakni peran dalam pembangunan manusia; Prosperity, terkait peningkatan kesejahteraan; Planet, yakni peran dalam menjaga lingkungan dan alam; Partnership, berupa kemampuan membangun kemitraan dan kerja sama; serta Peace, yaitu peran dalam menjaga kedamaian, harmoni dan membangun toleransi.
“Dari Polres Barito Selatan, khususnya Polsek Dusun Selatan, ada dua kategori perorangan yang terpilih menjadi lima besar,” jelasnya.
Dua personel tersebut yakni Aipda Yogi yang masuk lima besar kategori Partnership atau pembangunan kemitraan dan kerja sama. Sementara Bripol Lidia masuk lima besar kategori People, yakni peran Polri dalam pembangunan manusia.
Yusuf menegaskan, kedua personel tersebut masih memiliki peluang yang sama untuk menjadi yang terbaik pada kategori masing-masing.
“Kita kemari itu memverifikasi dan memvalidasi atas data-data yang sudah diusulkan. Kita nilai langsung apakah benar demikian. Semuanya ada peluang. Dua-duanya punya peluang terbaik pada kategori masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, proses penilaian Kompolnas Award 2026 saat ini telah memasuki tahap kedua, yakni visitasi dan verifikasi lapangan. Selanjutnya, hasil penilaian akan dibawa ke tahap ketiga berupa sidang Dewan Juri untuk merekapitulasi seluruh hasil penilaian.
“Penilaian awal dengan penilaian kedua akan direkap. Kalau sudah valid dan benar kegiatan yang diusulkan, maka sudah ada nilainya,” ungkapnya.
Dalam visitasi tersebut, tim penilai juga menggali pandangan masyarakat terkait keberadaan dan kinerja personel Polri yang dinominasikan. Penilaian tidak hanya dilakukan berdasarkan laporan atau dokumen, tetapi juga melihat secara langsung dampak program terhadap pelayanan publik dan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Tim Kompolnas juga dijadwalkan melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk lokasi tempat anggota yang dinominasikan bertugas dan menjalankan programnya.
“Bagaimana dampak langsung program ini terhadap pelayanan publik dan kamtibmas di Barito Selatan. Bahkan mereka bertugas di kelurahan dan desa. Inilah yang kita cek dampaknya langsung kepada masyarakat,” jelas Yusuf.
Selain itu, partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan dan desa juga menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam proses penilaian.
Dengan masuknya dua personel Polres Barito Selatan dalam lima besar nominator kategori perorangan Kompolnas Award 2026, diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, membangun kemitraan dengan masyarakat serta memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah.(edi)

