BUNTOK–Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha secara resmi membuka kegiatan Bazar dan Pembagian Hadiah Lomba Ide dan Inovasi Bisnis Tahun 2025 di Halaman Batuah Buntok, Minggu (12/10/2025).
Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Barito Selatan, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan, kadis PUPR Barsel, serta perwakilan dari PT Adaro Indonesia, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), dan PT SIS.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Aku Barsel atas inisiatif dan komitmen dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai strategis bagi penguatan ekonomi lokal.
“Hari ini kita tidak hanya membuka bazar yang mempertemukan berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Ide dan Inovasi Bisnis UMKM Tahun 2025,” ujarnya. “Saya ucapkan selamat kepada para pemenang, semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pelatihan, bantuan promosi, serta akses permodalan.
“Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak swasta, masyarakat, dan kelompok seperti Aku Barsel, ekonomi lokal kita akan semakin kuat dan mandiri,” tambahnya.
Ketua Panitia Bazar, Sabariah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di Barito Selatan. Bazar berlangsung sejak 25 September hingga 12 Oktober 2025, dengan fokus utama pada Lomba Ide dan Inovasi Bisnis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Adaro Spectapreneur Barsel, yang diinisiasi melalui tanggung jawab sosial perusahaan PT Adaro Indonesia bersama mitra kerja PT SIS, sebagai wujud dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah ini.
Dari proses pendaftaran, tercatat 190 peserta yang lolos ke tahap kompetisi awal. Sebanyak 60 peserta terbaik kemudian mengikuti tahap kedua, yang meliputi mentoring, workshop strategi bisnis, serta penyempurnaan proposal usaha.
“Kami harap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu menciptakan pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh dan inovatif,” tutup Sabariah. (red)

