Sab. Okt 31st, 2026

Tim UPR Kenalkan Lima Inovasi Edukasi Reproduksi Remaja di Malang

MALANG – Tim BESTARI Saintek Universitas Palangka Raya (UPR) memperkenalkan lima media edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui program RIMBA RAHAYU dalam Living Lab Summit 2026 di Auditorium Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Jumat (30/10).

Inovasi tersebut dirancang untuk membantu remaja memahami kesehatan reproduksi melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

Ketua Tim RIMBA RAHAYU, Uswatun Hasanah Purnama Sari, M.Kes., mengatakan, pengembangan media edukasi tersebut merupakan upaya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan remaja.

“Kami menghadirkan berbagai media edukasi dengan pendekatan yang berbeda agar informasi kesehatan reproduksi dapat disampaikan secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh remaja,” ujarnya.

Lima media yang diperkenalkan meliputi roda putar mitos dan fakta kesehatan reproduksi, buku saku untuk siswa laki-laki dan perempuan, brosur, kalender edukasi, serta celemek edukatif untuk mengenalkan organ reproduksi.

Setiap media memiliki fungsi tersendiri. Roda putar digunakan untuk menguji pemahaman remaja mengenai mitos dan fakta kesehatan reproduksi. Buku saku menjadi bahan bacaan praktis, sedangkan brosur menyajikan informasi program secara ringkas.

Kalender edukasi memuat panduan penggunaan pembalut sebagai bekal bagi remaja dalam menghadapi menstruasi pertama. Sementara itu, celemek edukatif digunakan sebagai alat bantu visual untuk memperkenalkan organ reproduksi.

Uswatun menjelaskan, penggunaan media yang beragam diharapkan dapat membantu penyampaian materi kesehatan reproduksi yang selama ini kerap dianggap sensitif.

“Kami berharap media ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang ramah bagi remaja. Edukasi kesehatan reproduksi perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar mereka memperoleh pemahaman yang benar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Uswatun didampingi dua anggota tim, yakni Abi Bakring Balyas, S.Pd., M.Kes., dan Nawung Asmoro Girindraswari, M.Pd. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pengembangan inovasi dari Palangka Raya kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan.

Living Lab Summit 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. Kegiatan bertema “Meretas Masa Depan: Arah Baru Sains dan Teknologi Berbasis Dampak Sosial” tersebut menjadi wadah diseminasi hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui keikutsertaan tersebut, Tim BESTARI Saintek UPR berharap RIMBA RAHAYU semakin dikenal dan dapat mendorong pengembangan edukasi kesehatan reproduksi yang kontekstual, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan remaja. (Red)

 

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *