JAKARTA – Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, mendesak PT PLN (Persero) memberikan penjelasan yang lebih terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut informasi yang beredar, pemadaman bergilir terjadi sejak Senin, 22 Juni 2026, dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, serta sebagian kawasan Kalimantan Timur. Dalam pengumuman yang disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin, pemadaman dilakukan akibat kendala operasional pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan yang menyebabkan penurunan pasokan daya sehingga dilakukan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem.
Yudhistira mengatakan pihaknya menghimpun sejumlah informasi yang menurutnya perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk terkait kondisi sejumlah pembangkit listrik yang mengalami gangguan maupun persoalan pasokan batu bara.
“Karena dari data yang kami himpun, banyak permasalahan yang menjadi pemicu pemadaman listrik di Kalimantan ini, termasuk masalah batubara,” kata Teuku Yudhistira.
Berikut daftar permasalahan yang berdampak pemadaman Interkoneksi Kalimantan:
-Ketidaksiapan Pembangkit
* FD PLTU CFK #1,2 Total 40 MW (Kendala Batu Bara basah & Batu Bara Gantung, DMN 45 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #1 21 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTU Muara Jawa #2 5 MW (Kendala Bearing Turbin, DMN 27.5 MW)
* FD PLTGU Senipah#2 27 MW (Dalam pemantauan pasca gangguan cooling LPT setelah masuk system Kembali, DMN 46 MW)
* FD PLTGU Senipah STG 9 MW (Kendala Operasi 1 unit HRSG beban tidak maksimal, DMN 25 MW)
* FO PLTGU Senipah#1 46 MW (Gangguan Alarm Firing sisi LPT, Estimasi 20 Feb 2026 s.d M1 Sep 2026)
* FO PLTU Indoeka#1 100 MW (Gangguan MFT Boiler Trip, DMN 100 MW)
* FO PLTU Indoeka#2 100 MW (Gangguan MOP, Estimasi 13 Jun 2026 sampai dengan 04 Agustus 2026)
* FO PLTU ITP 45 MW ( Kendala Ketersediaan Batubara 11 Mar 2026 sampai 31 Juli 2026)
* FO PLTU Asam2#4 54 MW (Perbaikan Turbine Generator 20 Sep 2025 s.d 01 Agustus 2027)
* PO PLTU Pulpis 45 MW (Simple Isnpection 01 Jun 2026 s.d 26 Jun 2026)
* PO PLTU TPI #2 100 MW (Seriously Inspection 17 Jun 2026 s.d 13 Jul 2026)
* FD PLTMG Bengkanai 70 MW (Kendala Supplay Gas Medco, Menggunakan Tube Skid CNG, DMN 185 MW )
Transfer Komam – Tanjung : 64.6 MW (Kaltim kirim ke Kalsel)
Ia menyebut berdasarkan data yang diterimanya terdapat sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan operasional, pemeliharaan maupun keterbatasan pasokan energi primer.
Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak terhadap berkurangnya pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan sehingga dilakukan manual load shedding (MLS) di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Yudhistira juga meminta PLN menyampaikan informasi secara lengkap kepada masyarakat mengenai kondisi sistem kelistrikan yang sedang dihadapi. Ia berharap keterbukaan informasi dapat mengurangi keresahan masyarakat yang terdampak pemadaman bergilir.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan resmi PLN, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban akibat kendala operasional pada sistem interkoneksi Kalimantan guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh. (red)

