PALANGKA RAYA – Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi titik awal bagi Dr. Ari Yunus Hendrawan untuk menggagas sekaligus menginisiasi gerakan Dayak Reformed for Generations (DRG). Gerakan ini berfokus pada pembaruan peradaban Dayak melalui penyelamatan generasi, penguatan keluarga, pendidikan, dan penyiapan pemimpin masa depan.
DRG hadir dengan semangat menerjemahkan persatuan menjadi langkah nyata untuk menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda. Mulai dari ancaman narkoba, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembentukan karakter dan integritas.
Dalam gagasan gerakan tersebut, Ari menekankan pentingnya pembaruan tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai luhur masyarakat Dayak.
“Menjaga warisan leluhur berarti juga bertanggung jawab terhadap masa depan generasi. Identitas harus berjalan seiring dengan pendidikan, integritas, kompetensi, dan kemampuan untuk berkarya,” demikian rumusan pesan yang menjadi landasan gagasan DRG.
Gerakan ini tidak dimaksudkan untuk meninggalkan adat dan tradisi. Sebaliknya, DRG mendorong nilai-nilai luhur Dayak tetap hidup melalui keluarga yang kuat, pendidikan bermutu, budaya kerja, persatuan, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
DRG mengusung lima pilar utama, yakni spiritualitas dan moralitas, keluarga, pemuridan dan pembinaan karakter, Huma Betang dan identitas Dayak, serta pendidikan dan karya.
Kelima pilar tersebut menjadi landasan untuk membangun generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, karakter kuat, dan kemampuan berkontribusi bagi masyarakat.
Perlindungan generasi muda juga menjadi perhatian utama. Ancaman narkoba, persoalan pendidikan, lemahnya pendampingan keluarga, dan keterbatasan pembinaan karakter membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Keluarga, tokoh adat, pendidik, pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, dan aparat penegak hukum diharapkan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Upaya tersebut mencakup pencegahan narkoba sejak dini, pendampingan generasi muda, penguatan keluarga, perluasan kesempatan pendidikan, serta penegakan hukum yang tegas dan adil.
DRG turut menempatkan Indonesia Emas 2045 sebagai momentum strategis untuk meningkatkan peran generasi Dayak dalam pembangunan daerah dan nasional.
Harapan melahirkan pemimpin nasional dari Dayak perlu disertai persiapan jangka panjang. Pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, prestasi, integritas, serta pengabdian menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Kebanggaan terhadap identitas harus diimbangi kompetensi. Sementara semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kemampuan bekerja sama dan memberikan kontribusi nyata.
Pada tahap awal, pengembangan DRG diarahkan pada konsolidasi gagasan, penyusunan agenda prioritas, pembentukan jejaring kolaborasi, pelaksanaan program percontohan, dan evaluasi berkala.
Keberhasilan gerakan diharapkan tercermin melalui perubahan nyata, seperti semakin kuatnya keluarga, meningkatnya perlindungan terhadap generasi muda, meluasnya akses pendidikan, terbentuknya karakter, serta bertambahnya kesempatan untuk berkarya dan memimpin.
Melalui momentum Sumpah Pemuda, DRG membawa pesan “Menjaga Akar. Memperbarui Cara. Membangun Generasi.” Semangat tersebut menjadi ajakan untuk merawat identitas dan warisan leluhur sekaligus mempersiapkan generasi Dayak agar mampu menghadapi tantangan masa depan.(Red)

