Jum. Agu 28th, 2026

FKM dan SUMBO Soroti Dugaan Kredit Bermasalah Rp200 Miliar di Bank Kalteng, Minta Penjelasan Resmi

Palangka Raya – Dugaan kredit bermasalah dengan nilai sekitar Rp200 miliar di lingkungan Bank Kalteng menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat.

Nilai tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kualitas penyaluran kredit, sistem pengawasan, serta langkah penyelamatan dan penagihan yang dilakukan manajemen Bank Kalteng.

Ketua Forum Kalimantan Membangun (FKM), Supriady Natae, meminta manajemen Bank Kalteng memberikan penjelasan secara terbuka dan berbasis data terkait informasi tersebut.

“Persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab munculnya kredit bermasalah, pihak yang terlibat dalam proses pemberian kredit, serta langkah penyelamatan dan penagihan yang dilakukan,” ujar Supriady di Palangka Raya, Rabu, 27 Agustus 2026.

Menurut Supriady, transparansi diperlukan karena Bank Kalteng memiliki posisi sebagai bank pembangunan daerah dan mengelola dana yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat serta pemerintah daerah.

Ketua LSM SUMBO, Diamond, turut meminta Bank Kalteng memberikan penjelasan resmi agar informasi mengenai nilai kredit bermasalah sekitar Rp200 miliar tidak berkembang tanpa keterangan dari pihak manajemen.

“Publik menunggu penjelasan manajemen Bank Kalteng terkait angka Rp200 miliar tersebut, termasuk sektor kredit yang bermasalah, status penanganannya, serta apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pemberian kredit,” katanya.

Diamond menyampaikan, apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam proses penyaluran kredit, penanganannya perlu dilakukan melalui mekanisme pengawasan internal maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan.

Namun, jika kredit bermasalah tersebut terjadi akibat persoalan usaha debitur, ia menilai manajemen perlu menjelaskan strategi penyelesaiannya agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi beban yang lebih besar.

Hingga kini, informasi mengenai angka sekitar Rp200 miliar tersebut masih menjadi perhatian, termasuk asal-usul kredit bermasalah dan sejauh mana proses penanganannya.

Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak manajemen Bank Kalteng melalui pesan elektronik terkait persoalan tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan belum diperoleh jawaban maupun penjelasan resmi.

Informasi dalam pemberitaan ini masih berupa dugaan dan permintaan penjelasan dari pihak terkait. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi atau penjelasan resmi dari manajemen Bank Kalteng apabila telah diperoleh. (red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *