Kubu Raya, Lentera.com — Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan anjangsana dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua Harian DAD Kabupaten Kubu Raya Lasem, S.Pd., Jalan Semandang Raya, Kecamatan Sungai Ambawang.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI terdiri dari Kolonel Tunggul, Kolonel Inf Tofan, Kolonel Inf Candra, dan Kolonel Laut (P) Faisal. Tim turut didampingi Letkol Inf Mukalil selaku Pa Bung Kubu Raya Kodim 1207/Pontianak.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Harian DAD Kubu Raya Lasem, S.Pd., Sekretaris DAD Kubu Raya Yusmanto, S.Ag., M.Pd., Kuasa Hukum DAD Kubu Raya Agus, Ketua DAD Kecamatan Sungai Ambawang Daniel, S.Pd., Ketua DAD Kecamatan Kuala Mandor Sahidin, Dewan Pakar DAD Kubu Raya Nasution, Ketua DAD Kubu Yulianto, Timanggong Simpang Sekayu Wi Rois, Pasirah Teluk Bakung Andus, serta tokoh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI menyerap informasi dan masukan masyarakat terkait kondisi Karhutla, termasuk persoalan perladangan, kondisi lahan, keterbatasan sumber air, serta dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Ketua Harian DAD Kubu Raya Lasem menyampaikan bahwa masyarakat adat melalui struktur adat terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga hutan dan mencegah Karhutla.
Sementara itu, Sekretaris DAD Kubu Raya Yusmanto menjelaskan bahwa praktik perladangan berpindah yang dilakukan secara turun-temurun saat ini sudah semakin jarang dilakukan.
Kuasa Hukum DAD Kubu Raya Agus juga menyampaikan sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat akibat Karhutla, mulai dari asap dan gangguan kesehatan hingga persoalan air bersih serta terganggunya aktivitas pendidikan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kolonel Laut (P) Faisal mengatakan seluruh informasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan masukan untuk dilaporkan kepada komando atas.
“Kami tidak bisa memberikan janji, tetapi kami akan berbuat. Diskusi ini akan menjadi bahan masukan buat kami dan komando atas,” ujar Faisal.
Ia menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi langsung dengan masyarakat dan tokoh adat menjadi bagian penting dalam mencari solusi terhadap persoalan Karhutla di lapangan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 18 orang tersebut berakhir pukul 17.15 WIB dan berlangsung aman, tertib serta lancar.
Melalui kegiatan ini, Mabes TNI memperkuat sinergi dengan masyarakat adat dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Cegah Karhutla, Mabes TNI Dialog dengan Masyarakat Kubu Raya

