Sen. Agu 31st, 2026

Kredit Bermasalah Bank Kalteng Disorot, SUMBO Minta Klarifikasi dan Transparansi

Palangka Raya – Persoalan dugaan kredit bermasalah dengan nilai yang disebut mencapai Rp200 miliar di Bank Kalteng mendapat sorotan dari Perkumpulan Suara Masyarakat Borneo (SUMBO).

Ketua SUMBO Diamon meminta manajemen Bank Kalteng memberikan penjelasan terbuka mengenai informasi tersebut, termasuk sektor kredit yang disebut bermasalah dan status penanganannya.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Diamon mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan berbasis data mengenai persoalan tersebut.

“Publik menunggu penjelasan manajemen Bank Kalteng terkait angka Rp200 miliar tersebut, termasuk sektor kredit yang bermasalah, status penanganannya, serta apakah terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pemberian kredit,” ujar Diamon dalam rilisnya.

Menurutnya, penjelasan dari manajemen penting karena Bank Kalteng merupakan lembaga keuangan daerah yang mengelola dana publik dan memiliki posisi strategis bagi perekonomian Kalimantan Tengah.

Diamon turut mempertanyakan mekanisme pengawasan dan analisis kredit yang diterapkan apabila memang terdapat kredit yang kemudian mengalami permasalahan.

Ia mengatakan apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya penyimpangan prosedur, maka mekanisme audit internal maupun aparat penegak hukum dapat bekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila dalam proses penyaluran kredit ditemukan indikasi penyimpangan, maka pengawasan internal maupun aparat penegak hukum perlu bekerja sesuai ketentuan. Namun, jika kredit bermasalah tersebut terjadi murni akibat persoalan usaha debitur, manajemen tetap dinilai perlu menjelaskan strategi penyelesaiannya agar persoalan tidak berkembang menjadi beban yang lebih besar,” tegasnya.

Selain mekanisme pengawasan, Diamon turut menyoroti aspek tata kelola dan kepemimpinan Bank Kalteng dalam menghadapi persoalan kredit bermasalah tersebut.

Menurutnya, penanganan secara transparan dan akuntabel diperlukan guna memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai kondisi dan langkah penyelesaian yang dilakukan bank.

SUMBO berharap manajemen Bank Kalteng dapat memberikan klarifikasi mengenai angka kredit bermasalah yang disebut Rp200 miliar, mekanisme penanganannya serta langkah yang dilakukan guna mengendalikan risiko kredit.

Persoalan tersebut turut menjadi perhatian karena Bank Kalteng disebut sedang mempersiapkan proses menuju penawaran umum saham atau go public. Menurut Diamon, kondisi tersebut membuat keterbukaan informasi mengenai pengelolaan dan penyelesaian kredit bermasalah menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Hingga berita ini disusun, manajemen Bank Kalteng belum memberikan tanggapan resmi mengenai pernyataan SUMBO tersebut. Konfirmasi dari pihak bank masih diperlukan guna memberikan penjelasan dan perspektif yang berimbang mengenai informasi kredit bermasalah yang disebut mencapai Rp200 miliar. (red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *