Kuala Kapuas – Di sebuah ruang kelas sederhana di SMPN 4 Kapuas Tengah, Desa Barunang, suasana siang itu terasa berbeda. Bukan pelajaran biasa yang mengisi waktu siswa, melainkan percakapan penting tentang masa depan, tentang pilihan hidup, tanggung jawab, dan mimpi yang harus dijaga sejak dini.
Melalui program Asmin Goes to School, PT Asmin Bara Bronang menghadirkan sebuah inisiatif yang tak sekadar informatif, tetapi juga reflektif: sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Di hadapan para siswa, materi disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja. Bukan sekadar angka atau teori, tetapi juga cerita, contoh nyata, dan diskusi terbuka yang mengajak mereka berpikir. Pernikahan dini dibahas bukan sebagai larangan semata, melainkan sebagai fenomena yang memiliki konsekuensi panjang, terhadap kesehatan, pendidikan, hingga peluang masa depan.
Para siswa diajak memahami bahwa masa remaja adalah fase penting untuk membangun diri. Dalam sesi yang berlangsung interaktif, mereka berdialog tentang batasan dalam berpacaran, pentingnya menjaga pergaulan yang sehat, serta bagaimana membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghargai dan tanggung jawab.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai jalan membuka peluang. Siswa didorong untuk berani bermimpi, merancang masa depan, dan melihat potensi diri sebagai sesuatu yang berharga untuk diperjuangkan.
“Kami ingin siswa memahami bahwa masa depan mereka masih sangat luas. Dengan fokus pada pendidikan dan menjaga pergaulan, mereka memiliki kesempatan besar untuk meraih kehidupan yang lebih baik,” ungkap perwakilan PT Asmin Bara Bronang, 14/3/2026.
Pendekatan yang komunikatif, melalui diskusi, tanya jawab, hingga studi kasus, membuat para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga bagian aktif dalam proses belajar. Mereka diajak untuk menyuarakan pendapat, berbagi pandangan, bahkan mempertanyakan hal-hal yang selama ini mungkin dianggap tabu.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, edukasi semacam ini menjadi penting sebagai bekal bagi siswa dalam mengambil keputusan yang tepat.
Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor swasta seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi muda yang memiliki kesiapan mental, karakter kuat, dan visi hidup yang jelas.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, langkah kecil dari ruang kelas di Desa Barunang ini menjadi pengingat: menjaga masa depan bisa dimulai dari percakapan sederhana, asal dilakukan dengan kesungguhan dan kepedulian.

