Palangka Raya – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya wilayah Jekan Raya Palangka 2 atau SPPG Garuda mulai mengintensifkan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan fisik dan kualitas kesehatan masyarakat, mulai dari usia dini hingga kelompok rentan.
Kepala SPPG Jekan Raya Palangka 2, David Marpaung, mengungkapkan bahwa sasaran penerima manfaat di wilayahnya mencakup elemen pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru pihaknya, tercatat sebanyak 2.413 peserta didik menjadi sasaran utama dalam upaya peningkatan konsentrasi dan kecukupan gizi di sekolah.
Selain pelajar, program ini juga menjangkau kelompok rentan yang mencakup Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita (3B) dengan total 117 jiwa. Tidak hanya itu, dukungan gizi juga diberikan kepada 224 orang yang terdiri dari tenaga pengajar serta personel Person In Charge (PIC) Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan publik.
David Marpaung menjelaskan, bahwa mandat program MBG ini bukan sekadar pemberian bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
“Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki manfaat dalam menekan angka stunting serta memastikan anak-anak kita memiliki energi dan nutrisi yang cukup untuk menyerap pelajaran dengan maksimal. Selain itu, intervensi bagi ibu hamil dan menyusui adalah langkah preventif sejak dini untuk mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujar David seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 1 Mei 2026.
David menambahkan, sinergi antara pihak sekolah dan petugas Posyandu menjadi kunci keberhasilan distribusi agar tepat sasaran.
Dengan terpenuhinya gizi yang seimbang, diharapkan produktivitas tenaga pengajar meningkat dan kualitas kesehatan balita di wilayah Jekan Raya dapat terpantau lebih optimal.
Melalui keberlanjutan program ini, SPPG Palangka 2 berkomitmen untuk terus mengawal kualitas asupan gizi masyarakat guna mendukung visi besar pemerintah dalam menciptakan kemandirian pangan dan penguatan kualitas hidup menuju Indonesia Emas. (red)

