Kam. Apr 9th, 2026

Sorotan Publik Menguat, Kasus Internal Bank Kalteng Berbanding Pesan Gubernur

Palangka Raya — Pesan tegas Agustiar Sabran kepada jajaran Bank Kalteng agar meningkatkan profesionalisme dan integritas kini menjadi sorotan, menyusul terungkapnya kasus pembobolan dana sebesar Rp16,4 miliar di internal bank daerah tersebut.

Dalam pertemuan di Istana Isen Mulang, 2 April 2026, Gubernur Kalimantan Tengah menegaskan bahwa bank daerah harus naik kelas, berkarakter, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan humanis serta tata kelola yang profesional.

Namun, fakta yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palangka Raya justru menunjukkan kondisi berbeda.

Dalam sidang terungkap pembobolan dana dilakukan melalui 205 transaksi ilegal selama sekitar sembilan bulan, dengan memanfaatkan celah sistem seperti fitur reset password, penggunaan akun lama yang masih aktif, hingga lemahnya kontrol persetujuan transaksi.

Pola transaksi tersebut berlangsung berulang tanpa terdeteksi dalam waktu cukup lama, memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan internal yang berjalan saat itu.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan tetap kooperatif. Manajemen juga memastikan dana nasabah tetap aman serta mengklaim telah melakukan penguatan sistem internal.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait celah teknis yang terungkap dalam persidangan. Kondisi ini menjadikan pesan Gubernur sebagai pengingat bahwa tata kelola, integritas, dan pengawasan internal menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik terhadap bank pembangunan daerah tersebut terkesan belum tercapai. (red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *